21 November 2024
HARI PENUH SEMANGAT
Hari
ini hari Kamis, seperti biasanya Amerika sangat panas meski disekitar rumah
penuh dengan aneka ragam tumbuh tumbuhan yang hijau menyegarkan. Aku bersiap
siap untuk pergi ke kantor untuk bekerja sebagai seorang Game Developer disana. Tepat pada pukul 07.00 pagi hari aku sudah harus berada di meja tempatku
bekerja, melakukan yang seharusnya menjadi pekerjaanku sebagai Game Developer.
Sebelum
berangkat kerja, aku biasanya sarapan dulu. Sarapan tentunya disediakan
langsung oleh istriku sendiri. Kedua anakku juga sarapan denganku berhubung
sekolah mereka juga masuknya pagi pagi. Keluargaku unik karena mungkin orang
akan mengira keluargaku sangat boros, karena keluargaku masih memasak sendiri
dengan bahan bahan sendiri. Padahal harga bahan makanan sekarang terbilang
cukup mahal.
Sebenarnya
kebanyakan orang sekarang ini hanya memakan pil makanan (berbentuk tablet). Ada
pil “Nasi Goreng”, ada pil “Soto ayam”, ada pil “Tahu Tempe”, dan masih banyak
lagi. Menurutku itu tidak akan membuatku menikmati makanan itu, meski rasanya
sangat mirip dengan aslinya. Apalagi harganya lebih murah. Demi sebuah
kenikmatan itu, aku rela membayar sedikit lebih mahal demi keluargaku. Dan mempunyai
istri yang pintar memasak adalah sebuah hadiah yang indah menurutku. Setidaknya
keahlian istriku yang hobby memasak
bisa digunakan untuk kepentingan keluarga. Setelah aku dan anak anak
menghabiskan sarapan, akhirnya kami
berangkat. Anak anak segera pergi ke sekolah, sementara aku pergi ke kantor
untuk kerja.
Anak-anakku
pergi ke sekolah mereka dengan menggunakan The
Mercedes-Benz Bus, yaitu sebuah bus berteknologi tinggi dengan sensor auto-route (memilih rute jalan terbaik),
rem otomatis, dan sensor untuk pejalan kaki. Bus ini biasanya melewati rumah
rumah anak yang bersekolah pada jam jam tertentu. Makanya anak anakku tidak
boleh terlambat. Mereka harus siap sebelum bus datang. Setelah bus datang, anak
anakku langsung masuk kedalam bus dan melambai lambaikan tangan mereka saat
pergi sebagai tanda perpisahan menuju sekolah mereka.
Setelah
mereka pergi, aku langsung pergi ke kantor dengan menggunakan Hyperloop di sebuah stasiun yang dekat
dengan rumahku. Hyperloop yaitu
sebuah kereta berteknologi tinggi yang tentunya mempunyai kecepatan yang tinggi
juga. Hyperloop ini menggunakan
teknologi rel magnetik sehingga tidak menimbulkan gesekan pada rel sehingga
nyaman dan cepat. Selain itu interiornya yang bagus serta tempat yang luas
sehingga bisa memuat lebih banyak orang daripada kereta biasanya.
Sebelum
memasuki kereta Hyperloop ini, aku
memesan tiket Hyperloop lewat sebuah sistem yang sudah ada ditempat. Aku hanya
cukup mendekat ke pintu masuk kereta, kemudian secara otomatis sistem itu akan
keluar. Aku tinggal memainkan tanganku seperti menyentuh layar handphone dengan
menyesuaikan tujuan kemana aku akan pergi. Setelah selesai memilih, aku
langsung masuk ke kereta.
Perjalanan
seperti biasanya sangat lancar. Lewat kaca kereta Hyperloop aku bisa melihat
kotaku yang indah. Dalam perjalanan juga aku melihat ada anak anak muda yang
bermain dengan Jetpack. Aku belum
pernah menggunakan Jetpack.
Aku
dengar baru baru ini ada beberapa tempat di kota yang menyediakan fasilitas
untuk menyewa Jetpack. Jetpack itu tentunya juga aman karena
sudah dilengkapi sistem darurat jika terjadi sesuatu. Tiba tiba aku kaget
karena kebetulan aku melihat ada anak yang bermain jetpack jatuh dari atas
karena disenggol temannya yang sedang bermain jetpack juga. Syukurlah anak itu tidak apa apa karena saat jatuh,
baju jetpacknya mengembang seperti
balon sehingga anak itu hanya memantul mantul di darat saja. Petugas keamanan
di tempat langsung menuju lokasi dan mengamankan kejadian itu.
Sangat
menarik kalau aku bisa terbang kesana kemari seperti mereka. Aku ingin
mencobanya kapan kapan dengan keluargaku.
Tak
terasa setelah melihat lihat kota, akhirnya aku sampai di stasiun dekat
kantorku. Saat kereta Hyperloop
berhenti, aku biasanya menunggu penumpang lain keluar dulu karena aku tidak
suka berdesak desakan untuk keluar dari kereta. Setelah agak sepi, aku akhirnya
keluar dari kereta Hyperloop.
Kemudian
aku menuju kantor dengan Travelator. Hampir
diseluruh wilayah Amerika difasilitasi Travelator.
Terutama didekat tempat tempat penting seperti kantor, rumah makan, rumah
sakit, dan lain lain. Sayangnya di dekat rumahku untuk menuju ke stasiun belum
tersedia Travelator.
Setelah
sampai di depan kantor, aku langsung melakukan scanning wajah yang diwajibkan untuk semua pekerja sebelum memasuki
kantor. Hal ini juga sekaligus bertujuan untuk data kehadiran pekerja dalam
kantor tersebut.
Kemudian
aku langsung menuju ke meja tempatku bekerja dan memfokuskan diri untuk bekerja
pada hari itu, dibantu dengan rekan rekan kerjaku. Kantorku itu seperti rumah
keduaku sendiri. Ada suka duka juga di kantorku. Biasanya sebelum memasuki
ruangku sendiri aku melewati lobby, ruang karyawan lain, kemudian naik dengan
menggunakan lift.
Setiap
aku melewati lobby pasti resepsionis selalu memberikan senyum terbaik mereka ke
semua pekerja, terutama para tamu, apalagi boss. Saat melewati ruangan karyawan
lain juga kita saling menegur.
Semuanya
seperti keluarga. Kadang aku bersama rekan rekan kerja mengambil foto bersama
karena itu hal yang menyenangkan. Aku senang bekerja di kantor ini. Aku juga
hampir lupa kalau di kantor ini juga mempekerjakan robot robot untuk melayani
tamu.
Jenis
robot robot ini mempunyai nama sendiri juga, yaitu GuiderX#01, GuiderX#02, GuiderX#03, dan seterusnya. Biasanya mereka
bertugas mengantar tamu ke tempat tempat tertentu. Untuk keamanan kantor, tentu
kantor menggunakan CCTV di seluruh bagian kantor, kecuali di bagian kamar
mandi.
Agar
keamanan lebih maksimal, kantor kita menggunakan robot juga. Jenis robot ini
dinamakan Menacing Security Robot.
Bentuknya kerucut tapi tidak terlalu tajam diujungnya. Biasanya akan
membunyikan alarm jika robot itu merasakan suatu aktivitas yang tidak biasanya.
Harga robot robot yang digunakan di kantor ini memang terbilang tidaklah murah.
Tapi hasilnya pasti sebanding dengan harganya. Robot robot ini sangat membantu
dalam membangun perusahaan.
Saat
waktu menunjukkan pukul 12.00 siang, saatnya semua karyawan istirahat siang.
Aku membawa bekal yang dibuat langsung oleh istriku dan memakannya di kantor.
Sementara rekan rekanku hanya memakan pil atau kebanyakan dari mereka minum teh
atau kopi. Di kantor ini masih belum menggunakan robot pelayan untuk mengantar
makanan atau bahkan membuat minuman karena harganya yang terbilang amat sangat
mahal. Alasan lain tidak menggunakan robot pelayan yaitu agar kami, pekerja
kantor bisa lebih mandiri. Ada beberapa rekanku yang meminta makananku karena
rasanya special. Aku hanya tertawa saat itu dan memberikan sedikit makananku
pada mereka. Setelah beristirahat, aku langsung kembali bekerja karena tidak
ingin membuang buang waktu. Masih banyak pekerjaan yang harus kulakukan. Hal
ini dilakukan juga oleh rekan rekan kerjaku. Semuanya orang yang rajin.
Tak
terasa waktu berjalan begitu cepat. Sekarang sudah menunjukkan pukul 16.00
sore. Saatnya pulang ke rumah. Aku kembali ke rumah dengan menaiki Hyperloop lagi. Sebelum ke stasiun tentu
aku menggunakan fasilitas yang tersedia, Travelator.
Saat jam pulang kerja biasanya stasiun sangat ramai. Terbukti juga orang orang
yang menggunakan Travelator sangat
banyak. Kadang di dalam kereta Hyperloop,
kita bisa berdesak desakan. Dan kadang ada orang yang rela menunda
keberangkatan dengan menunggu sekitar sejam lagi untuk kereta Hyperloop selanjutnya. Begitulah yang
sehari hari aku jalani sebagai pekerja kantoran.
Setelah
sampai rumah aku langsung disambut keluargaku terutama anak anak yang melompat
lompat saat aku tiba di rumah. Atau saat aku membunyikan bell, pasti mereka
yang membukakan pintunya. Aku memeluk anak anakku yang menyambutku setelah itu
aku langsung menuju naik ke atas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah
mandi aku langsung mengganti pakaianku dengan baju rumah yang santai dan
nyaman. Saat keluar kamar aku sudah bisa mencium bau masakan dari bawah. Siapa
lagi kalau bukan istriku yang pintar masak. Aku langsung cepat turun karena
memang aku sudah sangat lapar. Anak anak sudah duduk manis di meja menunggu
makanan datang.
Akupun
bergabung dengan mereka. Saat makanan tiba, kita langsung memakannya. Tapi
sebelum itu aku menyuruh anak anakku untuk berdoa dulu sebelum makan. Tentu
juga aku dan istriku ikut berdoa. Setelah berdoa kita langsung menyantap
makanan yang tersedia dengan lahap. Setelah makan, istriku membereskan piring
piring serta sisa sisa makanan di meja hingga bersih dan setelah itu, datanglah
hal yang ditunggu tunggu kami sekeluarga. Bermain bersama virtual reality game.
Tentunya
aku sudah menyediakan kacamata khusus untuk dapat bermain game virtual reality. Biasanya istriku tidak
ikut bermain. Jadi hanya aku dan anak anak saja. Kita bermain Shoot Em All Xtreme, sebuah game
bergenre action yang paling disukai anak anak karena mereka suka game yang
berhubungan dengan tembak menembak. Kami bermain dalam game virtual reality dalam waktu sejam saja.
Karena tidak baik bermain virtual reality
game dalam jangka waktu yang lama. Dapat berdampak pada kesehatan mata,
terutama mata anak anak dan mereka masih berusia belasan tahun. Sekarang saja
sekeluarga sudah memakai kacamata semua. Untuk itu pencegahan harus tetap
dilakukan agar tidak terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi.
Setelah
itu aku menyuruh anak anakku untuk menuju kamar mereka agar langsung tidur. Dan
tak lupa mengingatkan mereka untuk berdoa sebelum tidur dan mematikan lampu
juga saat tidur.
Kemudian
setelah anak anakku tidur, aku seperti biasanya bercakap cakap dengan istriku
mengenai banyak hal. Istriku selalu senang mendengar ceritaku, begitupun saat
dia bercerita akupun senang mendengarnya.
Melengkapi
obrolan kami, istriku membuatkan kopi hangat untukku dan dirinya sendiri.
Memang meminum kopi sambil mengobrol bisa menghangatkan suasana.
Tak
terasa aku dan istriku mengobrol, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 11.00
malam. Aku harus segera menuju ke kamar untuk tidur. Begitu juga dengan
istriku. Karena sudah mengantuk, aku memutuskan untuk duluan pergi ke kamar.
Sebelum tidur aku menggosok gigi dulu, kemudian berdoa dan akhirnya siap untuk tidur.
Aku tidak sabar dan penasaran hari esok akan jadi seperti apa lagi. Aku hanya
mengharapkan hal hal yang baik saja yang akan terjadi. Semoga semuanya aman
aman saja.
Saat
aku mau menutup mataku, tak lama istriku juga datang dan ikut berbaring. Dan
kita akhirnya tidur lelap dan pergi ke dunia lain yang disebut mimpi.


























0 komentar:
Posting Komentar