Sabtu, 10 Desember 2016

MY FUTURE~ (part 1)

21 November 2024

HARI PENUH SEMANGAT


Hari ini hari Kamis, seperti biasanya Amerika sangat panas meski disekitar rumah penuh dengan aneka ragam tumbuh tumbuhan yang hijau menyegarkan. Aku bersiap siap untuk pergi ke kantor untuk bekerja sebagai seorang Game Developer disana. Tepat pada pukul 07.00 pagi hari  aku sudah harus berada di meja tempatku bekerja, melakukan yang seharusnya menjadi pekerjaanku sebagai Game Developer.


Sebelum berangkat kerja, aku biasanya sarapan dulu. Sarapan tentunya disediakan langsung oleh istriku sendiri. Kedua anakku juga sarapan denganku berhubung sekolah mereka juga masuknya pagi pagi. Keluargaku unik karena mungkin orang akan mengira keluargaku sangat boros, karena keluargaku masih memasak sendiri dengan bahan bahan sendiri. Padahal harga bahan makanan sekarang terbilang cukup mahal.


Sebenarnya kebanyakan orang sekarang ini hanya memakan pil makanan (berbentuk tablet). Ada pil “Nasi Goreng”, ada pil “Soto ayam”, ada pil “Tahu Tempe”, dan masih banyak lagi. Menurutku itu tidak akan membuatku menikmati makanan itu, meski rasanya sangat mirip dengan aslinya. Apalagi harganya lebih murah. Demi sebuah kenikmatan itu, aku rela membayar sedikit lebih mahal demi keluargaku. Dan mempunyai istri yang pintar memasak adalah sebuah hadiah yang indah menurutku. Setidaknya keahlian istriku yang hobby memasak bisa digunakan untuk kepentingan keluarga. Setelah aku dan anak anak menghabiskan sarapan,  akhirnya kami berangkat. Anak anak segera pergi ke sekolah, sementara aku pergi ke kantor untuk kerja.


Anak-anakku pergi ke sekolah mereka dengan menggunakan The Mercedes-Benz Bus, yaitu sebuah bus berteknologi tinggi dengan sensor auto-route (memilih rute jalan terbaik), rem otomatis, dan sensor untuk pejalan kaki. Bus ini biasanya melewati rumah rumah anak yang bersekolah pada jam jam tertentu. Makanya anak anakku tidak boleh terlambat. Mereka harus siap sebelum bus datang. Setelah bus datang, anak anakku langsung masuk kedalam bus dan melambai lambaikan tangan mereka saat pergi sebagai tanda perpisahan menuju sekolah mereka.


Setelah mereka pergi, aku langsung pergi ke kantor dengan menggunakan Hyperloop di sebuah stasiun yang dekat dengan rumahku. Hyperloop yaitu sebuah kereta berteknologi tinggi yang tentunya mempunyai kecepatan yang tinggi juga. Hyperloop ini menggunakan teknologi rel magnetik sehingga tidak menimbulkan gesekan pada rel sehingga nyaman dan cepat. Selain itu interiornya yang bagus serta tempat yang luas sehingga bisa memuat lebih banyak orang daripada kereta biasanya.


Sebelum memasuki kereta Hyperloop ini, aku memesan tiket Hyperloop lewat sebuah sistem yang sudah ada ditempat. Aku hanya cukup mendekat ke pintu masuk kereta, kemudian secara otomatis sistem itu akan keluar. Aku tinggal memainkan tanganku seperti menyentuh layar handphone dengan menyesuaikan tujuan kemana aku akan pergi. Setelah selesai memilih, aku langsung masuk ke kereta.


Perjalanan seperti biasanya sangat lancar. Lewat kaca kereta Hyperloop aku bisa melihat kotaku yang indah. Dalam perjalanan juga aku melihat ada anak anak muda yang bermain dengan Jetpack. Aku belum pernah menggunakan Jetpack.


Aku dengar baru baru ini ada beberapa tempat di kota yang menyediakan fasilitas untuk menyewa Jetpack. Jetpack itu tentunya juga aman karena sudah dilengkapi sistem darurat jika terjadi sesuatu. Tiba tiba aku kaget karena kebetulan aku melihat ada anak yang bermain jetpack  jatuh dari atas karena disenggol temannya yang sedang bermain jetpack juga. Syukurlah anak itu tidak apa apa karena saat jatuh, baju jetpacknya mengembang seperti balon sehingga anak itu hanya memantul mantul di darat saja. Petugas keamanan di tempat langsung menuju lokasi dan mengamankan kejadian itu.


Sangat menarik kalau aku bisa terbang kesana kemari seperti mereka. Aku ingin mencobanya kapan kapan dengan keluargaku.


Tak terasa setelah melihat lihat kota, akhirnya aku sampai di stasiun dekat kantorku. Saat kereta Hyperloop berhenti, aku biasanya menunggu penumpang lain keluar dulu karena aku tidak suka berdesak desakan untuk keluar dari kereta. Setelah agak sepi, aku akhirnya keluar dari kereta Hyperloop.


Kemudian aku menuju kantor dengan Travelator. Hampir diseluruh wilayah Amerika difasilitasi Travelator. Terutama didekat tempat tempat penting seperti kantor, rumah makan, rumah sakit, dan lain lain. Sayangnya di dekat rumahku untuk menuju ke stasiun belum tersedia Travelator.


Setelah sampai di depan kantor, aku langsung melakukan scanning wajah yang diwajibkan untuk semua pekerja sebelum memasuki kantor. Hal ini juga sekaligus bertujuan untuk data kehadiran pekerja dalam kantor tersebut.



Kemudian aku langsung menuju ke meja tempatku bekerja dan memfokuskan diri untuk bekerja pada hari itu, dibantu dengan rekan rekan kerjaku. Kantorku itu seperti rumah keduaku sendiri. Ada suka duka juga di kantorku. Biasanya sebelum memasuki ruangku sendiri aku melewati lobby, ruang karyawan lain, kemudian naik dengan menggunakan lift.


Setiap aku melewati lobby pasti resepsionis selalu memberikan senyum terbaik mereka ke semua pekerja, terutama para tamu, apalagi boss. Saat melewati ruangan karyawan lain juga kita saling menegur.


Semuanya seperti keluarga. Kadang aku bersama rekan rekan kerja mengambil foto bersama karena itu hal yang menyenangkan. Aku senang bekerja di kantor ini. Aku juga hampir lupa kalau di kantor ini juga mempekerjakan robot robot untuk melayani tamu.


Jenis robot robot ini mempunyai nama sendiri juga, yaitu GuiderX#01, GuiderX#02, GuiderX#03, dan seterusnya. Biasanya mereka bertugas mengantar tamu ke tempat tempat tertentu. Untuk keamanan kantor, tentu kantor menggunakan CCTV di seluruh bagian kantor, kecuali di bagian kamar mandi.


Agar keamanan lebih maksimal, kantor kita menggunakan robot juga. Jenis robot ini dinamakan Menacing Security Robot. Bentuknya kerucut tapi tidak terlalu tajam diujungnya. Biasanya akan membunyikan alarm jika robot itu merasakan suatu aktivitas yang tidak biasanya. Harga robot robot yang digunakan di kantor ini memang terbilang tidaklah murah. Tapi hasilnya pasti sebanding dengan harganya. Robot robot ini sangat membantu dalam membangun perusahaan.


Saat waktu menunjukkan pukul 12.00 siang, saatnya semua karyawan istirahat siang. Aku membawa bekal yang dibuat langsung oleh istriku dan memakannya di kantor. Sementara rekan rekanku hanya memakan pil atau kebanyakan dari mereka minum teh atau kopi. Di kantor ini masih belum menggunakan robot pelayan untuk mengantar makanan atau bahkan membuat minuman karena harganya yang terbilang amat sangat mahal. Alasan lain tidak menggunakan robot pelayan yaitu agar kami, pekerja kantor bisa lebih mandiri. Ada beberapa rekanku yang meminta makananku karena rasanya special. Aku hanya tertawa saat itu dan memberikan sedikit makananku pada mereka. Setelah beristirahat, aku langsung kembali bekerja karena tidak ingin membuang buang waktu. Masih banyak pekerjaan yang harus kulakukan. Hal ini dilakukan juga oleh rekan rekan kerjaku. Semuanya orang yang rajin.


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat. Sekarang sudah menunjukkan pukul 16.00 sore. Saatnya pulang ke rumah. Aku kembali ke rumah dengan menaiki Hyperloop lagi. Sebelum ke stasiun tentu aku menggunakan fasilitas yang tersedia, Travelator. Saat jam pulang kerja biasanya stasiun sangat ramai. Terbukti juga orang orang yang menggunakan Travelator sangat banyak. Kadang di dalam kereta Hyperloop, kita bisa berdesak desakan. Dan kadang ada orang yang rela menunda keberangkatan dengan menunggu sekitar sejam lagi untuk kereta Hyperloop selanjutnya. Begitulah yang sehari hari aku jalani sebagai pekerja kantoran.


Setelah sampai rumah aku langsung disambut keluargaku terutama anak anak yang melompat lompat saat aku tiba di rumah. Atau saat aku membunyikan bell, pasti mereka yang membukakan pintunya. Aku memeluk anak anakku yang menyambutku setelah itu aku langsung menuju naik ke atas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah mandi aku langsung mengganti pakaianku dengan baju rumah yang santai dan nyaman. Saat keluar kamar aku sudah bisa mencium bau masakan dari bawah. Siapa lagi kalau bukan istriku yang pintar masak. Aku langsung cepat turun karena memang aku sudah sangat lapar. Anak anak sudah duduk manis di meja menunggu makanan datang.


Akupun bergabung dengan mereka. Saat makanan tiba, kita langsung memakannya. Tapi sebelum itu aku menyuruh anak anakku untuk berdoa dulu sebelum makan. Tentu juga aku dan istriku ikut berdoa. Setelah berdoa kita langsung menyantap makanan yang tersedia dengan lahap. Setelah makan, istriku membereskan piring piring serta sisa sisa makanan di meja hingga bersih dan setelah itu, datanglah hal yang ditunggu tunggu kami sekeluarga. Bermain bersama virtual reality game.


Tentunya aku sudah menyediakan kacamata khusus untuk dapat bermain game virtual reality. Biasanya istriku tidak ikut bermain. Jadi hanya aku dan anak anak saja. Kita bermain Shoot Em All Xtreme, sebuah game bergenre action yang paling disukai anak anak karena mereka suka game yang berhubungan dengan tembak menembak. Kami bermain dalam game virtual reality dalam waktu sejam saja. Karena tidak baik bermain virtual reality game dalam jangka waktu yang lama. Dapat berdampak pada kesehatan mata, terutama mata anak anak dan mereka masih berusia belasan tahun. Sekarang saja sekeluarga sudah memakai kacamata semua. Untuk itu pencegahan harus tetap dilakukan agar tidak terjadi sesuatu yang lebih buruk lagi.

Setelah itu aku menyuruh anak anakku untuk menuju kamar mereka agar langsung tidur. Dan tak lupa mengingatkan mereka untuk berdoa sebelum tidur dan mematikan lampu juga saat tidur.


Kemudian setelah anak anakku tidur, aku seperti biasanya bercakap cakap dengan istriku mengenai banyak hal. Istriku selalu senang mendengar ceritaku, begitupun saat dia bercerita akupun senang mendengarnya.


Melengkapi obrolan kami, istriku membuatkan kopi hangat untukku dan dirinya sendiri. Memang meminum kopi sambil mengobrol bisa menghangatkan suasana.

Tak terasa aku dan istriku mengobrol, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 malam. Aku harus segera menuju ke kamar untuk tidur. Begitu juga dengan istriku. Karena sudah mengantuk, aku memutuskan untuk duluan pergi ke kamar. Sebelum tidur aku menggosok gigi dulu, kemudian berdoa dan akhirnya siap untuk tidur. Aku tidak sabar dan penasaran hari esok akan jadi seperti apa lagi. Aku hanya mengharapkan hal hal yang baik saja yang akan terjadi. Semoga semuanya aman aman saja.


Saat aku mau menutup mataku, tak lama istriku juga datang dan ikut berbaring. Dan kita akhirnya tidur lelap dan pergi ke dunia lain yang disebut mimpi.




Share:

0 komentar:

Posting Komentar